Selasa, 04 September 2012

Refleksi Pertemuan I (3 September 2012)

Nama: Muhamad Galang Isnawan
NIM: 12709251021
Kelas: A Pendidikan Matematika 2012
Mata Kuliah: Filsafat Ilmu


Refleksi Pertemuan I (3 September 2012)

DEFINISI FILSAFAT
          Filsafat mempelajari tentang segala sesuatu sebagai sesuatu yang hidup. Ada perbedaan mendasar antara filsafat dengan matematika. Dalam matematika, kita mempelajari sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang konkrit. Akan tetapi, dalam filsafat kita mempelajari sesuatu yang konkrit menjadi sesuatu yang abstrak (keabstrakan dalam keterang-benderangan). Filsafat atau ranah filsafat dalam aplikasinya sering kali menyinggung ranah spiritual. Dalam urutannya ranah filsafat berada di bawah ranah spiritual. Perhatikan gambar di bawah:

Sekarang perhatikan gambar 1 dan  gambar 2!
Kemudian bandingkan apa saja yang menjadi perbedaan!
Pada gambar 1, kita dapat melihat bahwa tidak terjadi singgungan antara ranah filsafat dengan ranah spiritual. Akan tetapi, sebaliknya pada gambar 2 terjadi singgungan antara ranah filsafat dengan ranah spiritual. Hal ini diartikan bahwa kadang-kadang ketika seseorang sedang berfilsafat, seseorang tersebut akan menemukan sesuatu yang pemikiran yang menyinggung atau kontradiksi dengan ranah spiritual. Untuk penjelasan lebih lanjut, ikuti bacaan tulisan ini sampai selesai. Intinya, sebaik-baik filsafat tidak akan menjadikan diri kita jauh dari agama. Ini dimaksudkan, setinggi-tingginya filsafat belum dikatakan baik jika di dalamnya terdapat kontradiksi antara ranah filsafat dengan ranah spiritual. Perbandingan filsafat dengan spiritual adalah 1 : 10. Artinya, ketika kita mempelajari satu hal tentang filsafat, maka pelajarilah atau lakukanlah atau perkuatlah spiritual atau ibadah anda sebanyak sepuluh hal.
          Filsafat dapat didefinisikan sebagai separuh pengalaman dan separuh logika. Maksudnya, kita tidak mungkin bisa berfilsafat mengenai sesuatu hal jika kita tidak memiliki pengalaman dan logika mengenai sesuatu hal tersebut. Adapun hal-hal yang perlu dipelajari sebelum memulai suatu perkuliahan filsafat adalah mempelajari mengenai filsafat Yunani Kuno, perkembangannya sampai sekarang, dan tokoh-tokoh penting yang terlibat di dalamnya. Berfilsafat dapat juga kita awali dengan gemar berdiskusi mengenai sesuatu. Filsafat dapat didefinisikan menjadi beberapa poin penting, salah satunya adalah sebagai suatu PENJELASAN. Dan bahkan filsafat juga dapat didefinisikan sebagai apapun. Hal ini mengindikasikan bahwa filsafat adalah hak setiap orang dan setiap orang bisa berfilsafat. Dalam filsafat, ada tidak perlunya melibatkan orang lain dan bisa tidak perlu melibatkan orang lain. Hal inilah juga yang membedakan antara filsafat dengan politik. Tidak semua orang bisa berpolitik karena berpolitik harus melibatkan orang lain. 
          Spiritual tidak bisa dipahami hanya dipikiran saja tetapi hati. Dalam ranah ini, hati bisa berilmu. Sebelum mempelajari filsafat tetapkanlah terlebih dahulu hati kita, komandan kita, yang menuntun kita karena tidak mungkin kita bisa mengetahui ranah spiritual hanya menggunakan akal. Logikanya, tidaklah semua pikiran kita mampu memikirkan semua perasaan kita. Berbicara mengenai manfaat filsafat, kita bisa saja mengatakannya sebagai manfaat dari pikiran kita. Karena poin selanjutnya yang menjadi definisi filsafat adalah POLA PIKIR. Filsafat tidak sekedar berpikir, filsafat adalah berpikir yang reflektif yang bersifat intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluas-luasnya). Dalam berfilsafat menggunakan bahasa analog (bahasa yang jauh lebih dan lebih tinggi tingkatannya dari bahasa kiasan). Adapun objek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Hal ini juga menjadi aturan kita dalam berfilsafat. Dari sini, kita juga dapat melihat perbedaan antara filsafat dengan spiritual. Maksudnya, Tuhan (ALLAH SWT) sudah pasti (absolutly) ada di dalam hati kita, apalah daya dan kemampuan kita untuk memikirkan-Nya. Meskipun di dalam agama ada berpikir tetapi porsinya dibatasi.
          Adapun cara meningkatkan kemampuan berfilsafat adalah dengan cara BACA, BACA, BACA, BACA LAGI, BACA LAGI, BACA LAGI, DAN BACA LAGI, DAN BACA LAGI, DAN BACA LAGI. Filsafat dimulai dari hal-hal yang kecil. Kemudian mempelajari sumber-sumber dari pemikiran para filsuf.  Metode berfilsafat ada dua macam, yaitu terjemah dan menterjemahkan (HERMENEUTIKA). Dalam filsafat, jawaban benar atau salah itu ada. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah hal yang terpenting, melainkan bagaimana alasan atau penjelasan terhadap suatu jawaban tersebut bisa terjadi. Selain itu, ada juga persiapan mendasar yang harus kita pelajari sebelum berfilsafat, yaitu kontradiksi dalam pikiran itu boleh terjadi tetapi janganlah sesekali kontradiksi dalam hati kita. Adapun hubungan antara pola pikir dan filsafat itu adalah hubungan untuk refleksi dari metafisi secara tidak langsung, kontradiksi mucul sebagai buah-buah, dan akan lebih mudah dipahami dari pada langsung dihubungkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar